George Hormat
-
Butuh Segera, SOP Eksklusi Sekolah untuk Cegah Penyebaran Virus Corona
Suatu ketika, istri saya menelepon, putra kami tidak masuk sekolah. Sekolah diliburkan beberapa hari karena sejumlah murid terkena—kalau tak salah ingat—cacar. Saya tertawa mendengarnya, dan merasa orang-orang Selandia Baru terlalu paranoid. Bagaimana bisa hanya karena beberapa siswa kena “penyakit remeh,”…
-
RUU Cipta Kerja, “Copy-Paste” Diskriminatif Fleksibilitas Pasar Tenaga Kerja Eropa
“Siang Pak ******. Apakah besok after lunch bs kita diskusi?”“After lunch? takut tekor ya nyonya? OK siap. Jam 2?”“Haha cm itu jadwal yg ********* bisa Pak. Krn pagi beliau cuti :)”“Indonesia sudah masuk rejim flexi job, harusnya *** sdh berlakukan flexi working hours sehingga tak perlu cuti, tetapi tukar jam kerja.”“Iya…
-
Beda Gaya Pemerintah Indonesia dan China Menguji Rencana Kebijakan Publik
Lain padang lain ilalang, lain pula belalangnya. Andai bisa seindah ini perdebatan tentang perbedaan cara pemerintah di tiap-tiap negara menghasilkan kebijakan publik disimpulkan.
-
Waspada Legalisasi “Sweatshop” dalam RUU Cipta Kerja
di Indonesia dan banyak negara berkembang lain, pabrik-pabrik besar dan resmi di kawasan-kawasan Industri berpraktik a la sweatshop. Itu sebabnya istilah sweatshop tidak terlalu populer di Indonesia, ia kenyataan umum kondisi pabrik-pabrik, terutama sektor TSK
-
RUU Omnibus Law Cipta Kerja Pro-Kapitalis Serabutan, Bukan Industrialis
Perlu dimaklumi dulu, pembahasan RUU Cilaka dalam artikel-artikel lalu, dan beberapa lagi ke depan, terbatas pada ketentuan-ketentuan perburuhan. Sebagai sebuah omnibus law, sebuah hukum babon, tidak adil menghakimi keseluruhan RUU ini—1028 halaman banyaknya–dari penilaian terhadap cacat celanya di satu klaster…
-
Ancaman Maraknya Outsourcing dan Buruh Kontrak dalam UU Cipta Kerja
Salah satu kecemasan terhadap Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja adalah Indonesia sungguh masuk era regim fleksibilitas pasar tenaga kerja. Kecemasan ini beralasan sebab memang demikian yang diwacanakan pemerintah.
-
Asuransi PHK, “Flexicurity” Separuh Hati dalam Draf RUU Cipta Kerja
Seseorang mengirim pesan kepada saya, “Bung, employment flexibility dalam UU Cipta Kerja itu kupikir lumayan karena dipadukan dengan aspek security. Ada aturan tentang jaminan kehilangan pekerjaan.” Syukurlah jika begitu. Melihat sepintas, semula saya pikir juga begitu. Tetapi mari kita periksa lebih detil.…
-
4 Kali Remake, Apa Istimewanya The Call of the Wild?
Beberapa hari lagi “The Call of the Wild” akan tayang di jaringan bioskop di Indonesia. Di situs milik Cinepolis, terpatri tanggal 21 Februari. Meski tidak ada keterangan tanggal di situs Sinemaplex, kita boleh menduga tanggal tayangnya juga 21 Februari, seperti…
-
Anies dan Ganjar Klaim Angka Kemiskinan Turun, Nyata atau Cuma “Window Dressing”?
Beberapa waktu lalu khalayak heboh oleh kisruh keuangan perusahaan asuransi Jiwasraya. Salah satu sebab persoalan di BUMN ini berlarut-larut adalah aksi window dressing yang dilakukan manajemen sehingga mengelabui para investor, termasuk pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas.
-
Kritik Penerus, Ahok atau Susi yang Patut Diteladani?
“Kita harus percaya, Pak Anies itu lebih pintar ngatasinya.” Demikian jawaban singkat Basuki Tjahaja Purnama saat ditanya wartawan komentarnya terkait perdebatan antara konsep dan pendekatan naturalisasi versus normalisasi dalam mengatasi banjir Jakarta.
Trading & Investment
Public Policy & Governance
Political Economy
Politics & Democracy
People, Place, History
Books & Movies
Popular Movement
Project Management & Community Development
- Books & Movies (20)
- Data Analysis (1)
- Governance & Public Policy (33)
- Investment (12)
- Concept (1)
- Emiten (2)
- Fundamental Analisys (4)
- Trading Diary (6)
- People, Places, Culture, and History (31)
- Political Economy (24)
- Konflik Tenurial (1)
- Politics & Democracy (27)
- Popular Movement (20)
- Project Management & Comdev (5)
- Special (1)


