George Hormat
-
Belajar dari Pengalaman Pembantaian Tiananmen 4 Juni 1989 (1)
—
Dunia mengenalnya sebagai peristiwa Pembantaian Lapangan Tiananmen. Terjadi di China, 4 Juni 1989, puncak dari ketegangan antara pemerintah dan mahasiswa.
-
Pengaruh Tiongkok dalam Kelahiran Pancasila 1 Juni
—
Tetapi pada tahun 1918, alhamdulillah, ada orang lain yang memperingatkan saya, — ialah Dr SunYat Sen! Di dalam tulisannya “San Min Chu I” atau “The Three People’s Principles“, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan oleh A. Baars itu.…
-
Jagung dan Sorgum “Kita” Juga Donk, Pak Buwas
Dalam tiga tahun terakhir, sejak 2015, dan lebih gencar lagi pasca terbitnya PP 13/2016, Bulog telah mengambil sejumlah terobosan di lini bisnis. Setelah cukup sukses dengan pengembangan kemitraan distribusi berupa Rumah Pangan Kita, kini Bulog gencar branding produknya dengan jenama “kita.”…
-
Mengenang Maya Angelou yang Sebesar Pramoedya
Hari ini, 28/05, ketika publik daring Indonesia sedang ramai oleh pro-kontra belia Iqbaal Ramadhan hendak memerankan Minke dari Bumi Manusia PAT yang akan difilmkan Hanung, empat tahun sudah seseorang yang sebesar Pram pergi untuk selamanya. Maya Angelou sebesar Pramoedya Ananta Toer, bukan…
-
Karakter Rezim dan Tantangan Serikat Buruh
—
Ada tiga hal yang menjadi tantangan gerakan buruh Indonesia saat ini: peran dan posisi negara serta karakter rezim, karakter massa buruh, dan kemunculan kontradiksi perifer menjadi pokok.
-
Toleransi dan Polemik Warung
Lucu rasanya mendengar orang berkata, “Anda harus toleran donk terhadap saya.” Kian hari kian banyak konsep yang bergeser bahkan bertentangan dengan maksud asli.
-
Fahrenheit 451 dan Ketakutan-ketakutan Masa Depan Indonesia
—
“Karya-karya sastra sering dengan lihai memanggil kisah masa lalu, menghadirkannya sebagai cermin bagi peristiwa-peristiwa hari ini.“ Semalam saya menonton film. Menarik sekali. Fahrenheit 451 judulnya, adalah film yang baru saja dirilis 12 Mei 2018 oleh HBO. Meski begitu, novel berjudul serupa yang…
-
Kebangkitan Nasional Tanpa Radikalisme Tak Berujung Merdeka
—
“Kita pun harus menggerakkan Rakyat jelata di dalam suatu pergerakan radikal yang bergelombangan seperti banjir, menjelmakan pergerakan massa yang tadinya onbewust dan hanya raba-raba itu menjadi suatu pergerakan massa yang bewust dan radikal, yakni massa-aksi yang sadar akan jalan dan maksud-maksudnya. ” Soekarno, Mentjapai Indonesia Merdeka (Maret 1933)
-
Elite Politik Merusak Bahasa
—
Mendengar para elite politik berkampanye sungguh bikin jengkel. Bukan sekedar karena lontaran janji-janji manis tanpa penjelasan cara mewujudkannya. Bukan cuma sebab slogan-slogan kosong yang tak kunjung berubah sejak puluhan tahun lampau. Mereka menjengkelkan karena seenaknya menggunakan kata-kata, mengubah pengertiannya, menggeser…
-
Kamilus Tupen, Hal Baik dari NTT
“Banyak orang berpikir muluk-muluk untuk melakukan perubahan. Faktanya, hanya orang-orang yang sederhana atau mampu menyederhanakan pikirannya sajalah yang mampu melakukan perubahan.” Rhenald Kasali tentang Kamilus Tupen, aktor perubahan dari Adonara, NTT yang saat itu baru saja mendapat penghargaan Kusala Award.
Trading & Investment
Public Policy & Governance
Political Economy
Politics & Democracy
People, Place, History
Books & Movies
Popular Movement
Project Management & Community Development
- Books & Movies (20)
- Data Analysis (1)
- Governance & Public Policy (33)
- Investment (12)
- Concept (1)
- Emiten (2)
- Fundamental Analisys (4)
- Trading Diary (6)
- People, Places, Culture, and History (31)
- Political Economy (23)
- Politics & Democracy (27)
- Popular Movement (19)
- Project Management & Comdev (5)
- Special (1)




