Di Balik Kejatuhan Rupiah Terhadap Dolar AS Pada April 2024

#Resistor: Batu bara, sawit, mineral, dan komoditas perkebunan.

Menggeser sebuah meja di atas permukaan kasar terasa lebih berat dibandingkan melakukannya di lantai licin. Itu karena ada gaya gesek yang bekerja berlawanan dengan arah gerak benda. Demikian pula beda potensial (daya) yang mengalirkan arus listrik akan selalu berhadapan dengan resitensi kondutornya.

Jika keempat faktor yang telah kita ulas adalah gaya atau beda potensial yang mendorong nilai rupiah terus terdevaluasi; maka harga batu bara, sawit, sejumlah mineral dan komoditas perkebunan penting merupakan gaya gesek atau resistens yang menahan laju kejatuhan rupiah. Bahkan mungkin akan tiba saatnya produk-produk unggulan Indonesia tersebut mampu menguatkan kembali nilai rupiah.

Tingginya nilai dolar menyebabkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan perdagangan komoditas-komoditas unggulan ekspor Indonesia meraih untung besar dari selisih kurs. Earning per share (EPS) emiten-emiten tersebut akan naik. Modal internasional akan bergerak masuk ke perusahaan tersebut.

Selanjutnya, kenaikan EPS dan arus masuk modal asing akan mendorong harga saham-saham emiten produsen dan eksportir komoditas unggulan Indonesia terkerek naik dan menyeret pula kenaikan IHSG. Kenaikan IHSG membangkitkan kepercayaan diri lebih banyak pelaku pasar modal sebab IHSG adalah cermin Business Confindence Index (BCI). Satu gerbong yang meningkat konfidensnya akan mendorong gerbong-gerbong lain bergerak mengikuti.

Kenaikan IHSG, yang merupakan cermin peningkatan BCI, pada dasarnya adalah peningkatan kepercayaan pebisnis terhadap kondisi ekonomi Indonesia di near future. Karena cerahnya perekonomian suatu negara pada dasarnya adalah wujud kepercayaan pebisnis terhadap masa depan ekonomi negara tersebut, maka nilai risiko surat utang Indonesia, terutama SBN, mengecil. Turunnya risiko, dengan yield lebih tinggi dibandingkan T-bos AS, membuat SBN kembali menarik bagi modal global.


Something to be wraped up and kept.

Menggabungkan lima faktor di atas, saya menduga tekanan terhadap rupiah dan pasar keuangan Indonesia (terutama pasar saham) akan bertahan selama 6-12 bulan. Di tengah tekanan tersebut, sejumlah sektor, yaitu yang berorientasi pasar ekspor, akan kejatuhan durian runtuh.

Akan tetapi memetakan sektor-sektor industri saja belum cukup jadi modal untuk survive di Bursa Efek Indonesia. Saya perlu pula menetapkan sejumlah parameter untuk menilai mana saja emiten yang akan diuntungkan kondisi, mana yang akan terpukul parah.

Tentang dua hal ini (pemetaan sektor industri dan pemetaan emiten) akan saya bagikan dalam artikel selanjutnya.

Ref.

  1. The Federal Reserve (16 April 2024), “Industrial Production and Capacity Utilization“. ↩︎
  2. The Global Treasurer (17 Aprlil 2024), “Unexpected Surge in Retail Sales Challenges Economic Forecasts.” ↩︎
  3. Reuters (16 April 2024), “Strong US Retail Sales Boost First-Quarter Growth Estimates.” ↩︎
  4. U.S. Department of Commerce (26 January 2024), “By the Numbers: U.S. Economy Grows Faster than Expected for Year and Final Quarter of 2023.” ↩︎
  5. Business Confidence Index menunjukkan tingkat optimisme yang dimiliki manajer bisnis terhadap prospek kondisi ekonomi di suatu negara atau wilayah. Sayangnya BCI paling up to date yang bisa diakses gratis adalah untuk survey November 2023. Indeks berfungsi kurang lebih serupa yang dapat diakses kondisi 2024-nya adalah Small and midsize business (SMB) CEOs’ confidence yang diukur per kuartal oleh Vistage. Vistage CEO Confidence Index pada 1Q24 sebesar 85,9 (angka sempurna 100), naik secara konsisten setiap quartal. ↩︎
  6. Aratani (The Guardian, 8 Maret 2024), “US Adds 275,000 Jobs in February as Labor Market Continues to Grow.↩︎
  7. Smith (The New York Times, 5 April 2024), “U.S. Employers Added 303,000 Jobs in 39th Straight Month of Growth.” ↩︎
  8. Chronicle, “Economy Improving, but Consumers Skeptical.” ↩︎
  9. Current US Inflation Rates.” ↩︎
  10. AP News (17 April 2024), “Fed’s Powell: Elevated Inflation Will Likely Delay Rate Cuts This Year.↩︎
  11. How Changing Interest Rates Affect Bonds | U.S. Bank.” ↩︎
  12. Sebenarnya tidak ada bukti yang cukup kuat tentang keterlibatan Israel dalam penyerangan di Damaskus. ↩︎
  13. Economics Observatory (April 19, 2024), “Ukraine: What’s the Global Economic Impact of Russia’s Invasion?↩︎
  14. Kontan.co.id (April 20, 2024), “Tiga Hari Asing Hengkang Rp 21,46 T, Rupiah Dekati Rekor Terburuk Sejak Krismon 1998.” ↩︎
  15. Keynes, John Maynard (2016). General Theory Of Employment, Interest And Money. Atlantic Publishers. p. 144 ↩︎

Pages: 1 2 3 4 5