MENGEMBANGKAN ORGANISASI
7 Kapasitas Penting Organisasi
Organisasi yang kuat, yang memiliki bargaining position dan kapasitas mewujudkan cita-citanya –terutama yang bergerak di dalam perjuangan perubahan struktural– adalah yang memiiki massa. Kerja-kerja perekrutan adalah aktivitas utama dan berkelanjutan.
Keangotaan dan partisipasi aktif di dalam perjuangan organisasi harus bersifat voluntary. Kesukarelaan lahir dari kesadaran. Kesadaran adalah buah dari proses panjang aktivitas pendidikan, diskusi, dan bacaan yang dilakukan organisasi. Kelak kesadaran mengkristal menjadi ideologi.
Bangun mekanisme yang memastikan demokrasi radikal dan plural dalam organisasi; menghidari Iron Law of Oligarchy, dan sebaliknya anarkisme, serta free rider.
Penegakkan Mekanisme membentuk langgam kerja yang selanjutnya menjadi budaya organisasi (kondisi penerapan prinsip dan nilai-nilai secara organik dalam keseharian praktik beroganisasi).
Upaya membangun kemandirian organisasi melalui iuran anggota dan badan usaha organisasi.
Kembangkan model-model fundrising yang tidak menggadaikan kemerdekaan sikap dan perjuangan organisasi.
Pastikan akuntabilitas pengeolaan keuangan organisasi.
Kampanye memiliki triple fungsi: pengorganisiran/perekrutan anggota (fungsi organisasi), fungsi politik/advokasi, dan fungsi ideologis (penyadaran massal)
Kampanye bukanlah aktivitas hubungan masyarakat (Humas/PR) konvensional yang bertujuan untuk memoles citra, bukan pula sekadar menyebarkan brosur. Kampanye adalah instrumen nonviolent warfare untuk merebut kekuasaan diskursif demi mengimbangi Kekuasaan struktural dan ekonomi yang dimonopoli oleh elit.
Advokasi dalam konteks ini tidak terbatas pada perjuangan legal melainkan mencakup keseluruhan perjuangan kolektif warga melalui organisasi untuk merombak tata kuasa modalitas penghidupan di desa yang didominasi segelintir elit. Melalui demokratisasi (akses iklusif terhadap) modalitas yang ada, warga dapat mebangun masa depan yang diinginkan.
Kapasitas/fungsi-fungsi organisasi di atas hanya dapat dijalankan dengan baik selama anggota-anggota organisasi memiliki kecakapan teknis untuk melakukannya.
Penguasaan anggota terhadap kecakapan teknis juga bermanfaat mengubah relasi dalam organisasi dari relasi yang bersifat dependent menjadi interdependent. Hal ini mendemokratiskan organisasi.
