Senin 4 Mei 2026 – 11.00 – 12.00 WITA

TAHAP 2: ANALISIS AKTOR DALAM SISTEM


Draf RAD telah memetakan sejumlah aktor, yaitu:

Aktor rantai pasok (terlibat langsung dalam penyediaan pangan):

  • Petani kecil, mayoritas berorientasi subsisten di lahan kering, sangat rentan terhadap guncangan iklim dan
    memiliki akses terbatas terhadap input, kredit, dan pasar.
  • Nelayan, terutama di pulau-pulau terluar, dengan akses terbatas terhadap fasilitas pendaratan dan infrastruktur
    rantai dingin, sehingga mengurangi kontribusi mereka terhadap pasokan protein lokal.
  • Peternak, yang berkontribusi pada salah satu provinsi pemasok sapi terbesar di Indonesia, namun ternaknya
    sering diekspor hidup sehingga tidak diproses secara lokal untuk konsumsi protein rumah tangga.
  • UMKM pengolahan pangan, yang dinilai masih kurang berkembang, minim sertifikasi keamanan pangan,
    dan lemah dalam keterhubungan pasar.

Aktor pendukung rantai pasok (penyedia layanan pendukung):

  • OPD provinsi dan kabupaten (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas
    Perdagangan, Bappeda) yang memiliki kewenangan regulasi dan perencanaan.
  • Posyandu dan tenaga kesehatan/gizi masyarakat, yang disebutkan masih jarang di desa terpencil dan tidak
    rutin dalam pemberian layanan.
  • Badan Pangan Nasional, yang regulasinya menjadi kerangka hukum bagi diversifikasi pangan lokal[^2]
  • Masyarakat sipil, termasuk kelompok tani dan kelompok wanita tani, dengan peran terbatas namun penting
    dalam program pangan berbasis pekarangan (P2L).

Apakah semua aktor yang berperan di dalam sistem pangan ini (produsen, pengolah, pedagang, pengecer, konsumen, regulator, pendukung, dll) telah terpetakan di dalam draft?

Penting pula melengkapi peta aktor dengan peran, kekuasaan, dan pengaruh terhadap sistem pangan.


Petunjuk Diskusi

Isilah form berikut — tugas individu


Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10