Memetakan Karakteristik Sistem Pangan -2

  • Aktivitas
  • Faktor Penggerak (Drivers)
  • Tren, Sinergi, dan Trade-Offs

Langkah kedua dalam karakteristik sistem menurut toolbox adalah memetakan aktivitas (rantai nilai), penggerak (drivers), dan konteks kelembagaan menggunakan indikator kunci dan analisis tren.

Kerangka sistem pangan van Berkum et al. (2018) — yang mengorganisasi drivers sosial-ekonomi dan lingkungan, aktivitas sistem pasokan pangan, lingkungan pendukung, dan lingkungan pangan — menjadi kerangka yang relevan di sini.

Aktivitas


Produksi: Makanan apa yang diproduksi, di mana, oleh siapa, dan dalam jumlah berapa? Sistem produksi apa yang digunakan (petani kecil vs. komersial, tradisional vs. modern)?

Pengolahan: Kapasitas pengolahan apa yang ada (penanganan pasca panen, penggilingan, pengemasan)? Siapa yang mengendalikannya?

Distribusi: Bagaimana makanan berpindah dari zona produksi ke zona konsumsi (infrastruktur, logistik, penyimpanan, rantai dingin distribusi?

Ritel: Bagaimana orang mengakses makanannya (pasar, toko, pedagang informal, langsung dari petani)? Bagaimana dinamika harganya?

Konsumsi: Apa yang sebenarnya dimakan orang (pola diet, preferensi, pantangan)? Bagaimana hal ini bervariasi menurut kelompok sasaran?


Apa yang sudah ada di dalam draf RAD PGBSDL?

  • Produksi pertanian: didominasi pertanian tadah hujan, petani kecil, semi-subsisten. Jagung adalah
    komoditas serealia terbesar tetapi menunjukkan penurunan luas tanam (turun ~13% dalam 5 tahun). Sorgum
    memiliki potensi adaptif kuat tetapi produksi volatil dan stagnan. Produksi singkong menurun. Produksi
    kacang-kacangan (kacang tanah, kacang hijau, kedelai) tidak konsisten.
  • Penyimpanan, transportasi, dan perdagangan: cadangan pangan pemerintah dinilai tidak memadai; infrastruktur rantai dingin dan pergudangan terbatas; logistik antar-pulau menciptakan harga pangan tinggi di wilayah terpencil.
  • Pengolahan dan transformasi: UMKM pengolahan pangan lokal kurang berkembang, minim sertifikasi
    keamanan pangan (PIRT), kapasitas pengemasan rendah, dan akses pasar terbatas.
  • Ritel dan penyediaan: Pasar di pedesaan didominasi pasar tradisional dan informal; lingkungan pangan
    didominasi beras dan komoditas impor.
  • Konsumsi: Sangat dibatasi oleh kemiskinan dan preferensi budaya; skor PPH dan data keragaman konsumsi
    menegaskan rendahnya konsumsi protein, mikronutrien, dan sayuran.

Apa yang perlu ditambahkan?

RAD perlu membahas sejumlah pangan strategis (ketersediaan dan konsumsi paling besar; di masa depan lebih adaptif terhadap tren seperti perubahan iklim) dalam urutan hulu (produksi) hingga hilir (konsumsi di tingkat rumah tangga) untuk memetakan kendala keterjangkauan pangan dan mengidentifikasi titik di mana nilai gizi ditambah atau hilang dalam
rantai komoditas lokal.


Drivers


Faktor Pengaruh/Pendorong dimensi Lingkungan: Pola iklim, kondisi tanah, ketersediaan air, dan bencana alam apa yang membentuk sistem pangan?

Faktor Pengaruh/Pendorong dimensi sosial-budaya: Norma budaya, peran gender, praktik tradisional, dan sistem pengetahuan apa yang memengaruhi produksi dan konsumsi pangan?

Faktor Pengaruh/Pendorong dimensi Ekonomi: Bagaimana dinamika pasar, volatilitas harga, arus perdagangan, dan tingkat pendapatan?

Faktor Pengaruh/Pendorong dimensi Teknologi: Teknologi apa yang tersedia dan diadopsi (benih, peralatan, sistem informasi)?

Faktor Pengaruh/Pendorong dimensi Kebijakan dan Kelembagaan: Kebijakan, peraturan, dan program apa yang secara langsung memengaruhi sistem pangan?


Apa yang sudah ada di dalam draf RAD PGBSDL?

Drivers Sosial-Ekonomi:

Drivers Lingkungan:

Apa yang perlu ditambahkan?

Draf RAD perlu menyertakan sejumlah drivers penting yang belum muncul di dalam draf:

  1. Pendorong Sosial-Ekonomi (Socio-Economic Drivers)

2. Pendorong Pasar dan Ekonomi (Market and Economic Drivers)

3. Pendorong Kelembagaan dan Tata Kelola (Institutional and Governance Drivers)

4. Pendorong Lingkungan (Environmental Drivers)

  • Biosekuriti dan Penyakit Tanaman/Ternak: Ancaman wabah yang merusak produktivitas pangan dan stabilitas pendapatan peternak/petani.

Tren, Sinergi, dan Trade-Offs


  • Apa saja tren utama yang membentuk masa depan sistem pangan ini (perubahan iklim, urbanisasi, pergeseran demografis, integrasi pasar)?
  • Di mana kita melihat sinergi (intervensi yang meningkatkan berbagai hasil secara bersamaan)?
  • Di mana kita melihat trade-offs (meningkatkan satu hasil dengan mengorbankan hasil lainnya)?

Apa yang sudah ada di dalam draf RAD PGBSDL?

RAD belum cukup kuat mengulas tren, dan menyertakan analisis dan ulasan terhadap sinergi dan trade-off.

Apa yang perlu ditambahkan?

RAD perlu menambahkan analisis/ulasan tentang tren (memperkuat bahasan yang sudah ada), sinergi, dan trade-offs.

Tugas Kelompok

Diskusikan aktivitas hulu-hilir produksi hingga konsumsi jenis pangan spesifik (1 per kelompok: ikan/ayam (daging dan telur)/pangan pokok non-beras 1/pangan pokok non-beras 2) disertai penjelasan tren peluang dan tantangan serta aktor-aktor yang terlibat.

Presentasikan.

Mengapa ikan dan ayam? Lihat ini

Lihat pula: Portal data Bapanas, BPS NTT, Portal Data KKP, Portal Sasando.

KEMBALI KE DEPAN